image

Nonton Bareng Film “Esok Tanpa Ibu”, Siswa Kelas VII dan VIII Belajar Nilai Kehidupan


Sebanyak 288 siswa kelas VII dan VIII mengikuti kegiatan nonton bareng film Esok Tanpa Ibu pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di dua studio dengan pembagian peserta yang tertib dan terorganisir.

Di Studio 1, kegiatan diikuti oleh 180 peserta yang terdiri atas siswa kelas VII bersama wali kelas sebanyak 135 orang, kelas VIII Al Mukminun sebanyak 27 orang, 10 guru Al-Qur’an, serta 8 guru pendamping. Sementara itu, Studio 2 diisi oleh 108 peserta dari kelas VIII Al Ikhlas, Al Fath, Al Furqon, dan Al Bayyinah dengan total 101 siswa dan wali kelas.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna melalui media film, sekaligus mengintegrasikan pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya materi resensi film. Setelah menonton, siswa diarahkan untuk mengidentifikasi unsur-unsur film, menganalisis alur cerita, serta mengungkapkan pendapat kritis mereka dalam bentuk tulisan.

Film ini mengandung berbagai nilai kehidupan, seperti kasih sayang orang tua, pengorbanan, tanggung jawab, serta pentingnya menghargai waktu bersama keluarga. Pesan moral yang kuat dalam film ini mengajak siswa untuk lebih berbakti kepada orang tua, khususnya ibu, serta tidak menunda untuk menunjukkan rasa cinta dan penghargaan.

Kepala Sekolah, Suriana, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang menyentuh aspek kognitif dan afektif siswa. “Melalui film ini, siswa tidak hanya belajar menganalisis, tetapi juga merasakan dan mengambil hikmah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Senada dengan itu, guru Bahasa Indonesia, Herawati, S.S., S.Pd.Gr., menjelaskan bahwa film menjadi media efektif untuk melatih kemampuan literasi siswa. “Setelah menonton, siswa kami arahkan untuk membuat resensi film dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan yang baik,” jelasnya.

Salah satu siswa kelas VII mengungkapkan kesannya, “Film ini sangat menyentuh, saya jadi lebih sadar untuk lebih menghargai ibu di rumah.” Sementara itu, siswa kelas VIII juga menambahkan bahwa kegiatan ini membuat pembelajaran terasa lebih menarik dan tidak membosankan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu mengembangkan keterampilan literasi, tetapi juga memiliki kepekaan emosional serta karakter yang lebih baik dalam menghargai peran keluarga dalam kehidupan mereka.

Previous PostSMP Islam Athirah Bukit Baruga Wadahi Bakat Olahraga, Seni, dan Digital Siswa melalui PORSENI
Next PostSemarak Culture Day 2026 Ajang Kreativitas dan Kepercayaan Diri Siswa