Ramadan Bukan Sekadar Rutinitas: SD Islam Athirah Bone Ajak Orangtua Maknai Bulan Suci dengan Keikhlasan
Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, SD Islam Athirah Bone menggelar kegiatan Tarhib Ramadan pada Jumat, 13 Februari 2026 bertepatan dengan 25 Sya’ban 1447 H. Kegiatan ini diikuti oleh guru dan orang tua siswa sebagai bentuk penguatan sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mempersiapkan pembinaan spiritual anak selama Ramadan.
Mengusung tema “Journey to Ramadhan: Sinergi Sekolah–Orangtua dalam Mengisi Bulan Suci”, acara menghadirkan kajian keislaman yang dibawakan oleh Ust Ervan Muhammad Arsyad. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak untuk memaknai Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, tetapi sebagai momentum memperbaiki kualitas diri dan memperkuat amalan hati.
Salah satu poin yang disampaikan adalah keistimewaan ibadah puasa. Mengutip pandangan Imam Al-Ghazali, puasa merupakan ibadah yang bersifat rahasia dan batin, yang nilainya sangat personal karena hanya Allah dan hamba-Nya yang benar-benar mengetahui kualitasnya. Oleh karena itu, puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih keikhlasan, kesabaran, dan pengendalian diri.
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menumbuhkan kepedulian sosial selama Ramadan. Memberi makan dan minum saat sahur disebut sebagai amalan yang sangat baik, karena menjadi bagian dari membantu orang lain memulai ibadah puasanya. Pesan ini sekaligus mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki kondisi ekonomi yang sama, sehingga semangat berbagi dan saling membantu perlu terus ditumbuhkan di tengah masyarakat.
Suasana kajian berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para orang tua tampak antusias mengikuti kajian hingga selesai, sekaligus memanfaatkan momen ini untuk mempererat silaturahmi dengan pihak sekolah.
Melalui kegiatan Tarhib Ramadan, SD Islam Athirah Bone berharap terbangun kesamaan visi antara sekolah dan orang tua dalam membimbing anak-anak selama bulan suci, baik dalam pembiasaan ibadah, pembentukan akhlak, maupun kepedulian sosial. Dengan persiapan yang matang, Ramadan diharapkan menjadi lebih bermakna bagi seluruh keluarga besar sekolah.

